Integrasi Budaya Lokal dengan Pembelajaran Kimia

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang berlangsung sangat cepat di era globalisasi memberikan pengaruh positif maupun negatif pada berbagai bidang kehidupan termasuk bidang pendidikan. Salah satu dampak negatif yang ditimbulkan adalah terkikisnya nilai-nilai budaya lokal yang akhirnya berdampak pada hilangnya kepribadian dan jati diri bangsa. Untuk itu, pendidikan yang dilakukan hendaknya dapat mengembangkan potensi diri peserta didik, menumbuhkan kecintaan mereka terhadap budayanya sendiri, serta dapat membangun karakter peserta didik yang mandiri melalui pengintegrasian budaya lokal ke dalam pembelajaran.

Budaya lokal sangat berpengaruh pada pembentukan pengetahuan siswa khususnya di bidang kimia. Dengan mengintegrasikan konteks budaya lokal menyebabkan siswa tertarik mengikuti pelajaran karena materi yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Akhirnya siswa dapat memahami materi kimia secara mendalam.

Berikut ini adalah contoh integrasi budaya lokal dengan materi kimia SMA kelas XI semester 2 :

  1. Pembuatan Jenang

      Menurut cerita rakyat, jenang kudus lahir ketika Sunan Kudus (salah satu anggota Wali Sanga) menguji kesaktian salah satu muridnya yang bernama Syech Jangkung alias Saridin dengan menyuruhnya memakan bubur gamping di tepi Sungai Gelis di wilayah Desa Kaliputu. Padahal, gamping adalah salah satu hasil tambang yang sebagian besar mengandung kalsium karbonat dan biasanya dicampur dengan semen untuk digunakan sebagai bahan pembuatan tembok. Ternyata Saridin tetap segar bugar sehingga Sunan Kudus berucap, ”Suk nek ono rejaning jaman wong Kaliputu uripe seko jenang.” Artinya lebih kurang, jika suatu saat kelak sumber kehidupan warga Desa Kaliputu berasal dari usaha pembuatan jenang. Memang desa yang terletak di wilayah Kota Kudus ini dikenal sebagai cikal bakal dan sekaligus pusat produsen jenang kudus. Sampai sekarang masih banyak warga setempat yang berusaha di bidang ini.

      Jenang terbuat dari tepung beras dan tepung ketan kemudian diaduk dengan santan hingga rata lalu tambahkan gula merah, gula pasir yang sudah dicairkan dan wijen. Adonan tersebut dimasak hingga mengental. Adonan yang mengental ini termasuk dalam salah satu sifat koloid yaitu koagulasi. Koagulasi adalah proses penggumpalan suatu cairan atau larutan sehingga terbentuk padatan lunak ataupun keras seperti gel.

  1. Pembuatan Mutiara

      Perhiasan Mutiara Lombok telah dikenali diseluruh dunia, karena keindahannya serta kelangkaannya akibat tingkat kesulitan didalam budidayanya. Mutiara adalah objek keras yang diproduksi dari dalam mantel yang lembut dari seekor moluska (kerang mutiara). Seperti halnya kulit kerang yang keras, mutiara juga terbuat dari kalsium karbonat dalam proses kristalisasi yang terjadi dari waktu ke waktu. Pembentukan mutiara ini adalah mekanisme pertahanan dari kerang tersebut untuk menghindari iritasi, parasit, atau benda asing yang memasukinya. Mantel dari moluska yang terbentuk dari lapisan kalsium karbonat (CaCO3), sebagai bentuk dari mineral aragonite bersama benda keras organic yang disebut conchiolin disebut nacre, adalah pembentuk utama dari “mother of pearl”. Pasir atau butiran asing yang masuk mengiritasi kerang mutiara selama ini dianggap sebagai pemicu terbentuknya mutiara. Partikel asing ini dapat masuk dalam kerang karena adanya proses makan atau pernapasan pada kerang tersebut. Moluska dalam hal ini mengelarkan lendir (sekresi) untuk melingkupi benda asing yang memasukinya. Sekresi ini berlangsung terus menerus berulang-ulang sehingga terbentuklah butiran mutiara.

      Sistem dispersi koloid dapat terbentuk dari dispersi zat padat, cair atau gas ke dalam medium pendispersi dalam fase padat, cair atau gas. Gas yang terdispersi dalam gas tidak akan menghasilkan koloid. Sistem koloid diberi nama berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersinya. Proses pembuatan mutiara ini termasuk dalam jenis koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi padat.

  1. Pembuatan Dawet Ayu

      Es Dawet ayu Banjarnegara memiliki kekhasan tersendiri jika dibandingkan minuman sejenis dari kota lain. Citra rasa khas dawet ayu Banjarnegara yang alami dihasilkan dari perpaduan antara cendol yang terbuat dari tepung beras beraroma pandan, santan kelapa, gula aren, dan durian. Es Dawet Ayu Asli Khas Banjarnegara lezat serta segar dan sangat cocok diminum pada cuaca panas, Kuliner Negeri Timur ini dapat diminum panas atau pun dingin dengan menambahkan es batu. Rasanya yang segar, inilah keistimewaan serta keunikan minuman tradisional khas Banjarnegara yang satu ini. Bahkan, dawet ayu diyakini oleh orang yang meminumnya merasa sepuluh tahun lebih muda dan menjadi tetap ayu.

      Cara membuat dawet ayu yaitu melarutkan tepung sagu dan tepung beras dengan air sedikit demi sedikit sampai air tersisa setengah. Masak sampai mendidih sisa air dengan air daun suji, garam, dan air kapur. Kemudian matikan api, tuangkan adonan tepung pelan-pelan, aduk rata. Nyalakan kembali api, masak hingga matang dan kental sambil diaduk-aduk lalu diangkat. Campuran yang mengental ini termasuk dalam salah satu sifat koloid yaitu koagulasi. Koagulasi adalah proses penggumpalan suatu cairan atau larutan sehingga terbentuk padatan lunak ataupun keras seperti gel.

  1. Pembuatan Kecap Udang

Kecap Udang Purwodadi adalah salah satu kecap khas daerah Purwodadi kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kustinah Raharjo, seorang warga keturunan Tionghoa mulai  merintis bisnis keluarga dengan merk kecap udang pada tahun 1960. Sebelumnya pada tahun 1930 keluarganya telah memproduksi kecap dengan merk Potret. Dalam sehari, Kustinah Raharjo mampu memproduksi 500 botol kecap dengan bantuan 10 orang karyawan. Proses pembuatan juga cukup unik karena masih menggunakan cara lama yaitu dengan menggunakan kayu bakar saat proses perebusan. Mereka tidak menggunakan kompor gas karena khawatir akan merusak cita rasa dari kecap itu sendiri.

Cara pembuatan kecap masih manual, terdapat ember-ember berisi kedelai hitam yang telah difermentasikan. Untuk bisa diolah menjadi kecap, difermentasikan selama dua minggu. Kedelai hitam yang difermentasikan tersebut direndam dengan air garam. Sari kedelai hitam bercampur air garam itu, kemudian direbus bersama bawang putih dan gula jawa. Proses merebus menggunakan wadah semacam wajan dengan ukuran besar. Api tungku masak pun dijaga kestabilannya dengan selalu mengawasi kayu bakar yang digunakan. Usai perebusan tahap pertama, kemudian disaring menggunakan kain. Setelah itu, hasil saringan direbus kembali sampai tiga kali mendidih atau sekitar dua jam. Hasil rebusan tahap kedua ini juga kami saring kembali, sebelum dimasukan dalam botol kemasan. Dalam proses ini, kekentalan hasil rebusan bahan baku harus selalu dijaga. Kecap yang sudah jadi itu termasuk termasuk dalam salah satu sifat koloid yaitu koagulasi. Koagulasi adalah proses penggumpalan suatu cairan atau larutan sehingga terbentuk padatan lunak ataupun keras seperti gel.

  1. Pembuatan Santan

Pohon Kelapa mempunyai banyak manfaat mulai dari batang sampai daunnya bisa digunakan. Santan Kelapa adalah salah satu manfaatnya. Santan kelapa ini berasal dari parutan daging buah kelapa yang diperas. Santan kelapa bagi ibu – ibu rumah tangga, pengusaha warung makan atau siapapun yang terkait dengan masak – memasak merupakan bahan masakan yang penting, karenan santan dapat menambah kelezatan masakan.

Santan termasuk emulsi lemak dalam air. Emulsi adalah sebutan untuk partikel cair yang terdispersi dalam partikel cair. Emulsi terbentuk apabila partikel cair tidak saling melarutkan. Emulsi terbentuk karena adanya emulgator/pengemulsi yang menstabilkan campuran.

  1. Nginang

Zaman dahulu para eyang buyut kita sering melakukan kegiatan nginang. Nginang adalah sebutan dari tradisi makan sirih. Biasanya, sebelum dimakan sirih diramu terlebih dahulu dengan tembakau, kapur tohor, gambir, dan buah pinang. Pada jaman dahulu, dalam tradisi jawa kuno mengunyah daun sirih hijau wajib hukumnya, terutama bagi kaum perempuan. Jadi budaya nginang adalah sebuah kebiasaan memakan sirih dan bahan campurannya yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Istilah popular yang dipakai untuk makan sirih adalah bersugi, bersisik, menyepah, nyusur, dan nginang. 

Stevante Arrhenius mengemukakan sebuah teori Asam Basa. Teori ini menyatakan bahwa asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+ di mana ion H+ ini akan menjadi satu-satunya ion positif dalam larutan.  Sedangkan basa adalah zat yang jika dilarutkan dalam air akan terionisasi menghasilkan ion OH, dan ion OH ini akan menjadi satu-satunya ion negative di dalam larutan. Kapur tohor yang dicampurkan pada sirih merupakan bahan kimia yang bersifat basa.

 

Referensi

Anonim. 2009. Kuliner. http://kulinerkhaswongjowo.blogspot.com/ . (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Anonim. 2010. Proses Pembuatan Mutiara. http://missjoaquim.com/proses-pembuatan-mutiara/ . (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Anonim. 2011. Kecap Udang Purwodadi. http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/08/14/156065/Kecap-Udang-Purwodadi-Pertahankan-Rasa . (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Anonim. 2013. Santan. https://rumahmesinblog.wordpress.com/2013/04/04/cara-membuat-santan-kelapa/. (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Anonim. 2015. Kecap Udang Purwodadi. https://infopurwodadi.wordpress.com/2015/05/08/kecap-udang-purwodadi/ . (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Anonim. 2015. Tradisi Nginang. http://mikirpintar.blogspot.com/2015/09/tradisi-nginang-ternyata-juga-bermanfaat.html. (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Arifah, M. 2014. Jenang Kudus dan Cara Pembuatannya. http://muinarifah.blogspot.com/2014/08/jenang-kudus-dan-cara-pembuatannya.html. (diakses tanggal 1 Desember 2016)

Suardana, I Nyoman. 2014. “Analisis Relevansi Budaya Lokal dengan Materi Kimia SMA untuk Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Budaya”. Jurnal Pendidikan Indonesia. Vol 3 (1). Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.

Sudarmo, Unggul. 2014.  Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

About Wulan

Perkenalkan nama saya Ajrina Rizqi Wulan Suci. Saya biasa dipanggil Wulan. Saya adalah mahasiswa S1 prodi pendidikan kimia di Universitas Negeri Semarang. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya :)

12 Comments

  1. Bagus kak sangat bermanfaat.. 

  2. bermanfaat kakak. kunjungi blog saya ya ika.blogchem.com hehe

  3. bermanfaat kakak. kunjungi blog saya ya ika.blogchem.com hehe

  4. Menarik kakak, makasih infonya

  5. Menarik kakak, makasih infonya

  6. Makasih infonya kakak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *