Rangkuman Materi Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Pengertian Larutan Elektrolit

Pastinya kita pernah melihat orang melakukan penangkapan ikan dengan alat setrum listrik yang sumber arusnya berasal dari aki atau kalian pernah mendengar penyataan jika kita menyentuh stop kontak dalam kondisi tangan basah, kemungkinan besar akan kesetrum. Apa yang menjadi faktor penyebab dari semua perilaku ini? Mengapa ikan bisa mati jika alat setrum dicelupkan kedalam air? Bukankah penghantar listrik erat kaitannya dengan suatu bahan logam?

Suatu larutan dapat dikatakan sebagai larutan elektrolit jika zat tersebut mampu menghantarkan listrik. Mengapa zat elektrolit dapat menghantarkan listrik? Ini erat kaitannya dengan ion­-ion yang dihasilkan oleh larutan elektrolit (baik positif maupun negative). Suatu zat dapat menghantarkan listrik karena zat tersebut memiliki ion­ion yang bergerak bebas di dalam larutan tersebut. ion‐ion inilah yang nantinya akan menjadi penghantar. Semakin banyak ion yang dihasilkan semakin baik pula larutan tersebut menghantarkan listrik.

Berbagai Jenis Larutan Elektrolit

Larutan apa saja yang dapat menghantarkan listrik? Terdapat berbagai jenis larutan yang bisa
menghantarkan listrik. Pembagian zat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Berdasarkan jenis larutan

Larutan asam (zat yang melepas ion H+ jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah:

  1. Asam klorida/asam lambung : HCl
  2. Asam florida : HF
  3. Asam sulfat/air aki : H2SO4
  4. Asam asetat/cuka : CH3COOH
  5. Asam sianida : HCN
  6. Asam nitrat : HNO3
  7. Asam fospat : H3PO4

Larutan basa (zat yang melepas ion OH jika dilarutkan dalam air), contohnya adalah :

  1. Natrium hidroksida : NaOH
  2. Calcium hidroksida : Ca(OH)2
  3. Litium hidroksida : LiOH
  4. Kalium hidroksida : KOH
  5. Barium hidroksida : Ba(OH)2
  6. Magnesium hidroksida : Mg(OH)2
  7. Aluminium hidroksida : Al(OH)3
  8. Besi (II) hidroksida : Fe(OH)2
  9. Besi (III) hidroksida : Fe(OH)3
  10. Amonium hirdoksida : NH4OH

Larutan garam (zat yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa), contohnya adalah:

  1. Natrium klorida/garam dapur: NaCl
  2. Ammonium clorida : NH4Cl
  3. Ammonium sulfat : (NH4)2SO4
  4. Calcium diklorida : CaCl2
  1. Berdasarkan jenis ikatan:
  1. Senyawa ion (senyawa yang terbentuk melalui ikatan ion), contohnya adalah: NaCl, CaCl2, AlCl3, MgF2, LiF (sebagian besar berasal dari garam)
  2. Senyawa kovalen polar (senyawa melalui ikatan kovalen yang bersifat
    polar/memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar antar atom), contohnya
    adalah: HCl, NaOH, H2SO4, H3PO4, HNO3, Ba(OH)2 (berasal dari asam dan basa)

Pembagian Larutan Elektrolit

Terdapat dua jenis larutan elektrolit, yaitu sebagai berikut:

  1. Elektrolit kuat, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
  1. Menghasilkan banyak ion
  2. Molekul netral dalam larutan hanya sedikit/tidak ada sama sekali
  3. Terionisasi sempurna, atau sebagian besar terionisasi sempurna
  4. Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala
  5. Penghantar listrik yang baik
  6. Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
  7. Contohnya adalah: asam kuat (HCl, H2SO4, H3PO4, HNO3, HF); basa kuat (NaOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Li(OH)2), garam NaCl
  1. Elektrolit lemah, karakteristiknya adalah sebagai berikut:
  1. Menghasilkan sedikit ion
  2. Molekul netral dalam larutan banyak
  3. Terionisasi hanya sebagian kecil
  4. Jika dilakukan uji daya hantar listrik: gelembung gas yang dihasilkan sedikit, lampu tidak menyala
  5. Penghantar listrik yang buruk
  6. Derajat ionisasi mendekati 0
  7. Contohnya adalah: asam lemah (cuka, asam askorbat, asam semut), basa lemah [Al(OH)3, NH4OH], garam NH4CN

Pengertian Larutan Non Elektrolit

Larutan non elektrolit merupakan larutan yang dibentuk dari zat non elektrolit. Sedangkan zat non elektrolit itu sendiri merupakan zat-zat yang di dalam air tidak terurai dalam bentuk ion-ionnya, tetapi terurai dalam bentuk molekuler.

Adapun larutan non elektrolit terdiri atas zat-zat non elektrolit yang tidak dilarutkan ke dalam air tidak terurai menjadi ion (tidak terionisasi). Dalam larutan, mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik. Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik. Pembuktian sifat larutan non elektrolit yang tidak dapat menghantarkan listrik ini dapat diperlihatkan melalui eksperimen. Contoh larutan non elektrolit: Larutan Gula (C12H22O11), Etanol (C2H5OH), Urea (CO(NH2)2), Glukosa (C6H12O6), dan lain-lain.

About Wulan

Perkenalkan nama saya Ajrina Rizqi Wulan Suci. Saya biasa dipanggil Wulan. Saya adalah mahasiswa S1 prodi pendidikan kimia di Universitas Negeri Semarang. Terimakasih sudah berkunjung di blog saya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *